Digital clock

Sunday, December 4, 2011


Ku menunggu
Dan terus menunggu
Sedangkan ku tahu
Kau tetap tak kan kembali

Ku menangis
Dan terus menangis
Sedangkan ku tahu
Kau tetap tak kan kembali

Ku pujuk hati
Dan terus memujuk
Sedangkan ku tahu
Kau tetap tak kan kembali

Lalu datang sebuah harapan
Menyapa lembut di dasar hati
Lalu berkata tidak kah penantianmu
Suatu penantian yang sia-sia

Bukalah pintu hatimu
Bukalah pintu harapanmu
Bukalah pintu senyumanmu
Bukalah pintu peganganmu
Tidakkah selama ini
Ianya penantian yang sia-sia

Dirimu bukan sendiri
Dirimu punya teman
Teman yang memberi
Sebuah harapan
Sebuah kedamaian
Sebuah kasih dan sayang
Bukalah sekali lagi
Agar dirimu selalu bahagia…..

Airmata ini
Tetap mengalir saat aku melepaskan
Kau pergi untuk selamanya…..

No comments:

Post a Comment